I Think I'm done with you
Not because I'm no longer in love with you
I've been falling for you that long,
long enough to create a flood of tears
I've been falling for you like crazy,
'till I'm ready to leave all the happiness of my life just to be with you
I've been falling for you that deep,
Deep enough to spend all of my life just for you
But may be that's it.
Because I've done giving you everything
I've been crying a whole year,
I've been hurt watching you holding someone else
I love you
But I can't stand to be with you.
29 Agustus 2018
18 Juli 2018
15 Juli 2018
Azalia Talitha Zahra, S.Ked
It's all start with a drama, the time is ticking when I have a sleepless night.
The total chaos came to my live...
A Bad Good Day.
Hey.
Let me tell you my medicallife story today.
As I told you, As a medical student I have to be a Co-assistant.
25 Mei 2018
I always hate the idea of arguing,
cursing and scream at each other
saying things you didn't mean
scratching each others heart
maybe it won't hurt, because you know they didn't mean it
but maybe, one wrong step will lost you forever
the way you mad at someone, not everyone can get it.
That's why I try to never get mad to everyone who are close to me
I understand I always understand my friend, my ex boyfriend, when they get mad, they screw everything, they curse anyone and everyone, including me.
and seeing the way they get mad, make me don't wanna get mad to anyone who are close to me.
but the thing is, it's make people take too easy on me, because I can't get mad.
one simple sorry and then i'm okay.
but I can't change, the guilt will always, lyk, always following me if I get mad.
saying things you didn't mean
scratching each others heart
maybe it won't hurt, because you know they didn't mean it
but maybe, one wrong step will lost you forever
the way you mad at someone, not everyone can get it.
That's why I try to never get mad to everyone who are close to me
I understand I always understand my friend, my ex boyfriend, when they get mad, they screw everything, they curse anyone and everyone, including me.
and seeing the way they get mad, make me don't wanna get mad to anyone who are close to me.
but the thing is, it's make people take too easy on me, because I can't get mad.
one simple sorry and then i'm okay.
but I can't change, the guilt will always, lyk, always following me if I get mad.
Welcome to the world of the real life
Pikiran gue terlempar kebeberapa tahun lalu, ketika gue bener-bener pantes di bilang bau kencur, bocah atau apapun lah, yang jelas pada saat itu gue masih duduk di bangku SD, dan bisa di sebut gue adalah orang yang don't need to worry anything about my self.
Jadi pada saat gue kecil, bisa di bilang ya idup gue apa lagi sih yang di cari, secara kasar dan sombong gue ngomong gitu sendirinya ke diri gue. Bukannya sok cantik, tapi atleast gue nggak buruk rupa, bukannya sok pinter tapi pada masa itu gue juga bisa di bilang berprestasi, mau ngomongin latar belakang keluarga? Well, I don't like to talk about this shyt but, I'm so proud being part of my family. Intinya, gue gak punya sedikitpun hal yang perlu gue cemasin, rasanya kaya gue udah ada semuanya, semua yang gue butuh.
Lalu saat keadaan gue selengkap itu, guru gue dengan lantang ngomong di depan kelas "Kalian itu belom tau beratnya kehidupan, sekarang kalian masih dibawah orang tua, nanti kalian ngerti yang ibu bilang saat kalian kuliah." Okey, Fine. Gue tunggu masa itu, percaya ga percaya, tapi gue selalu nginget kata-kata itu.
Belom gue nyampe ke tahap yang disebut-sebut sama guru SD gue, saat gue SMP another teacher said the same thing, she said "Kehidupan yang kalian jalanin sekarang tu belom apa-apa, tunggu nanti kalo kalian udah kerja, kalian tau gimana beratnya tanggung jawab sama diri sendiri." Satu lagi tahap kehidupan yang gue tunggu, Kerja, cari duit, tanggung jawab sama diri sendiri. Namun pada saat gue ndenger hal ini, sikap gue masih sama, gue penasaran tapi tetep, gak peduli.
Lalu, setiba gue di SMA, hidup gue udah gak seperfect sebelomnya, well, otak gue udah mulai nekrosis, jauh banget dari kata pinter, tampang juga mengalami tingkat penurunan yang sangat drastis, temen-temen terdeket juga udah ga ada di deket gue lagi, dan satu lagi nasehat serupa "Kehidupan itu baru di mulai saat kalian udah berkeluarga." Dan saat itu, gue melamun, mikir dan lagi-lagi, nunggu.
Kira-kira apa lagi?
Kemudian gue mulai mikir tentang timeline kehidupan. Bener, di mulai dari masa gue anak-anak dan everythings seems so perfect for me. Lambat laun gue mulai ngerti, ternyata bukan karena dulu hidup gue seperfect itu dan se gak ada masalah itu, tapi dulu gue belom punya kesadaran. Bener, gue cuma anak-anak, semua nasehat itu terlempar karena mereka tau gue masih jauh dari garis itu. Dan perlahan mereka ngasih gue peringatan, dan ternyata tiap harinya tanpa gue sadari gue makin deket, makin deket, makin deket lagi, gue yang tadinya seorang anak, lalu gue puber dan jadi remaja, mulai jadi masyarakat labil yang sok dewasa dan cuma bisa komentar ini itu, dan gak di gubris.
Sampe akhirnya gue berada di tahap satu, kuliah, masa dimana lo mulai di lepasin sama orang tua lo, sedikit, sedikit, sedikit... Walau masih banyak banget larangan, ntah gimana pelan-pelan makin dingertiin, di percayain, udah sulit dilarang... Dan akhirnya gue lulus dari dunia perkuliahan. Dan ngeliat satu persatu temen gue juga lulus.
"Welcome to the land of the real life" Aku selalu bilang gitu ke mereka yang lulus. Ternyata bener, saat kita lulus, saat itu juga tanggung jawab kita terhadap diri sendiri itu ada. Yap, walau gue sendiri sebenernya udah menyandang gelar S1, kaya yang bisa di baca-baca gue belom meniti titip tersebut, gue masih jadi pengemis intelek, S1 gue ga guna kalo belom berubah jadi gelar dr. dan semakin kesini semakin ngerasain betapa bolong-bolongnya idup gue. yang tadinya mulus kaya pantat bayi sekarang berbulu tebel dan ganggu.
Lalu gue mikir, gue harusnya bersyukur, saat ini gue gini, dan gue yakin selanjutnya bakal jauh lebih ribet lagi. apa lagi nanti, saat gue kerja, saat gue berkeluarga dan beranak. berat. iya berat. tapi mau gimana. waktu gak akan berenti walau jam mati sekalipun. matahari tetep muter walau bintang ga bergerak.
Makin lama makin berat, makin gak jelas cobaannya.
11 Mei 2018
4 Mei 2018
Now I’m picturing the man of my dream.
I can’t tell you how does he look, But I can tell you what kind of person he
is. He is a kind and warmth hearted person. His warm brown eyes now is right in
front of me. I couldn’t tell you how does it feel, But I’m gonna describe it to
you, it feels like having the ticket to your favorite singer concert, but it’s
also feel like watching a romance movie where you favourite character having a
car accident and almost died, what I’m gonna tell you is, in my heart now is a
total chaos, the last several month I was wondering if I could let him go, if I
can be with other person without a day thinking of him. And now here I am,
under the sun light, hearing sound of the wave, with him, looking at me in the
eye and smiling.
The smile he always have when I’m
arround him is my favourite, when he smile, It’s feel like I can see my reflection
on his eye. But the smile he fake when we arrived at my home, (which is mean
the time we separated) , it’s torn me apart.
I want to love someone, like shizuka,
she love nobita cause she knows nobita need her, in every single day, he need
her. And I want to be like her, cause in my mind, loving someone that way make
me feel like There’s always a reason to loving him and always be with him, so
that this love will always grow no matter what.
And this boy told me, that me and him
is exactly like shizuka and nobita. No matter what happend, they belong to each
other. I don’t know how, but I really like him. He really is the man of my
dream.
“ He is the one.” I whispering to my
own self, he caught me smiling, and he smile too.
22 April 2018
21 April 2018
Pilih mantan atau yang baru?
Well, I'm so sorry for a controversial tittle I choose, but I mean this, this actually a super good question. And the answer?
D E P E N D S
16 April 2018
"Lo kira Ara orangnya sekuat itu?" senyum tipis muncul di wajah sherly, "Kuat sih, tapi bukan berarti dia nggak ngerasain sakit, tapi disisi lain dia itu punya jiwa paling lemah, dia bahkan gak punya kekuatan buat ngungkapin apa yang dia rasain, sama siapapun, sama gue sekalipun." Mata Sherly terlihat berkaca-kaca
"Maksud Lo? Ara ga pernah cerita hal-hal pribadi sama Lo? Masa sih? Orang sama kita aja dia selalu cerita banyak."
"Ara bakal cerita hal yang pengen lo denger, yang bikin Lo puas, dia bukannya munafik, dia jauh dari kata munafik, tapi tanpa dia ngasih tau ke gue, gue tau apa yang dia rasain, tapi gue ga pernah tau apa yang dia mau. Dalam kehidupannya Tara, gue rasa perasaan dia itu seolah-olah ada barrier yang terbuat dari cermin, dan saat lo berusaha nyentuh perasaan dia, lo tau lo bakal di bales gimana? dengan perasaan lo sendiri. "
"Jadi menurut lo itu hal yang baik atau buruk?"
"Hal itulah yang mbuat dia selalu bisa berhasil masuk ke kehidupan kita, ke diri kita, dia kalo ngadepin orang, tergantung sama siapa yang dia hadapin, soal baik ato buruk, itu tuh blur, baik buat kita, kita seneng temenan sm dia, tapi lo tau kan kalo itu buruk banget buat dia? Dia bakal selalu dan selalu ngorbanin perasaan dia sendiri diatas perasaan orang lain, perasaan orang yang deket dengan dia."
"tapi, dia bukan orang yang pasrah gitu aja kan? Ara kan juga melawan, dia juga lumayan sering berantem sama orang kan?"
"Pernah denger Ara berantem sama temen deket atau orang terdeket dia? kalo emang dia berantem sama orang terdeketnya, dia bakal pilih diem, dia cuma pilih diem, dan njelasin yang dia rasain, lalu minta maaf. Ara tu gak bisa marah, kecuali sama orang yang gak pengaruh dalem hidup dia. Lo tau gimana Ara marah sama orang luar?"
"gue tau... Ngecilin orang lain pake fakta... bikin orang lain bener-bener merasa kecil dibanding dia..."
"Nah.... Itu Ara yang gue kenal... Tapi orang lain mana ada yang sadar itu..."
"Hal itulah yang mbuat dia selalu bisa berhasil masuk ke kehidupan kita, ke diri kita, dia kalo ngadepin orang, tergantung sama siapa yang dia hadapin, soal baik ato buruk, itu tuh blur, baik buat kita, kita seneng temenan sm dia, tapi lo tau kan kalo itu buruk banget buat dia? Dia bakal selalu dan selalu ngorbanin perasaan dia sendiri diatas perasaan orang lain, perasaan orang yang deket dengan dia."
"tapi, dia bukan orang yang pasrah gitu aja kan? Ara kan juga melawan, dia juga lumayan sering berantem sama orang kan?"
"Pernah denger Ara berantem sama temen deket atau orang terdeket dia? kalo emang dia berantem sama orang terdeketnya, dia bakal pilih diem, dia cuma pilih diem, dan njelasin yang dia rasain, lalu minta maaf. Ara tu gak bisa marah, kecuali sama orang yang gak pengaruh dalem hidup dia. Lo tau gimana Ara marah sama orang luar?"
"gue tau... Ngecilin orang lain pake fakta... bikin orang lain bener-bener merasa kecil dibanding dia..."
"Nah.... Itu Ara yang gue kenal... Tapi orang lain mana ada yang sadar itu..."
5 April 2018
Banyak orang bilang untuk apa dan mengapa harus dia,
Disini benar-benar terjadi peperangan antara otak dan hati.
Sedikit meragukan atau bahkan tidak percaya namun hal itu sudah benar terjadi.
Ya , disini kembali terjadi peperangan itu.
Berusaha yakin namun sulit, ketika ingin pergi hati berkata
“kenapa kau kembali kalau ingin pergi lagi?”
apakah ini yg dinamakan cinta? menerima semuanya tanpa harus menoleh segala masa lalunya?
Rasanya mustahil, aku bukanlah orang yg bisa berdamai dengan hal seperti itu.
Namun, mengapa aku bisa bertahan sampai sejauh ini?
Melewati sesuatu yang salah untuk memperjuangkannya?
Sejak percakapan malam itu kedewasaanku diuji.
Terima kasih, telah menyayangi atau mungkin mencintaiku.
Terima kasih telah berkorban untukku dari segala bentuk usaha, tenaga, materi atau lainya.
Terima kasih telah menerima segala kekuranganku tanpa pernah membandingkannya dengan yg lain.
Kini aku akan menguji diriku sendiri sejauh mana aku mampu bertahan, atau mungkin aku akan larut dalam buaian kasih sayang tiada henti?
Entahlah. Selamat tidur bidadari ku , teruslah meyakinkan dan menyayangiku seperti aku menjaga dan memelukmu.
Tak ada lagi masa lalu yg kelam , bagiku itu hanya ujian diriku untuk mencintaimu.
Tak ada janji , hanya ada aku sayang kamu...
1 April 2018
Co-Assistant Lyfe
H E L L O
It's been a long-long time
It's been a long time since my last post
and also
It's been a long time after my daily life story
And here I told you,
I'm a bachelor
(LOL, I found that bachelor mean is an un-merried man, but what I mean is I post Graduate)
But it's doesn't mean that I'm free.
Technically, after graduate people always have two choice, to continue study or to find a job.
But, for me, I have no choice. I have to continue my study, for two years, as a young doctor.
Well, I know It's sound cool, Young Doctor.
But here let me tell you, it really not that good.
It was the lowest caste among everyone in the hospital.
So, My 3,5 years are spent for being someone like this...
16 Maret 2018
22 Februari 2018
He was there
He was there,
He was there in my sleepless night,
He was in my mind.
He was in every dream, every nightmare.
He was in every sunset and the sunrise
But no one know.
He's no hiding, it's just people who never believe.
And thankyou, for always being here. with me.
He was there in my sleepless night,
He was in my mind.
He was in every dream, every nightmare.
He was in every sunset and the sunrise
But no one know.
He's no hiding, it's just people who never believe.
And thankyou, for always being here. with me.
13 Februari 2018
Perfect Lies
"Kamu siapa?"
"Aku Milea."
"Kalo kamu milea, aku siapa?"
"Jodohku."
"Hiii siapa coba yang mau jodoh sama kamu? Hiii. Pedean."
"Aku Milea."
"Kalo kamu milea, aku siapa?"
"Jodohku."
"Hiii siapa coba yang mau jodoh sama kamu? Hiii. Pedean."
Carla tertawa lebar mendengar respon roby, ia melirik layar handphonenya, Baterenya menunjukkan angka 30% Padahal ia baru mencabut chargernya tepat saat Roby menelfonya, ia melirik durasi telfon lalu terbelalak, sudah 3 jam lebih ia dan Roby mengobrol di telfon, bukan durasinya yang membuat ia shock, namun durasi tersebut menunjukkan bahwa tanggal kini sudah berubah. Cepat-cepat Carla beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kulkas, mengeluarkan suatu kotak. Di dalam kotak tersebut terdapat kue kecil berwarna hitam, kue kesukaan Roby, dengan satu lilin diatasnya, Carla menghidupkan lilin tersebut lalu mengubah telfonnya dengan Roby menjadi VideoCall
"By, Angkat."
"Apa La?"
"Facetimenya"
"Ohh..."
Wajah Roby memenuhi layar Carla, Senyumnya mendadak muncul saat menyadari apa yang dilakukan Carla.
"Happy Failed Anniversary My Baby.." Carla mengucapkan lalu meniup lilin yang ia siapkan."
Roby menggeleng-geleng kepalanya, "Siapa sih yang sanggup ninggalin Lo La... Gue emang sempet jadi orang gila ya..."
"Terimakasih Kembali Robyy kuu"
"Hahahhaa." Roby tertawa mendengar respon Carla, ia tau Carla hanya mengalihkan pembicaraan Roby, ia paling tidak kuat jika Roby sudah menyatakan hal-hal tentang perasaannya.
Carla meletakkan kembali kue tersebut ke kulkas, "Besok kita makan sama-sama ya." Ujarnya pada Roby, lalu mereka melanjutkan percakapan-percakapan bodoh tanpa arah yang biasa mereka lakukan.
"Aku sayang kamu By,"
"Aku Nggakk"
"Kalo pun kamu nggak sayang beneran, aku tetep sayang sama kamu."
"Bodo amat"
"Aku sedih ngedapetin kamu dengan cara nyakitin orang lain, tapi..."
"Jangan dilanjutin La, kita udah terlalu sering ngebahasnya."
"Tapi By... Aku tau karma itu ada.. Dan.. aku takut kamu nggak berubah..."
"La maksud kamu?"
"Cuma satu peraturan By.. Jangan pernah ada yang ditutupin dari aku, aku tau kita ga selingkungan, aku tau kita nggak semengenal itu satu sama lain, apapun by, kalo kamu jujur sama aku, aku bakal berusaha ngerti. Cuma satu peraturan, cuma satu kesempatan."
"Hahahhaa." Roby tertawa mendengar respon Carla, ia tau Carla hanya mengalihkan pembicaraan Roby, ia paling tidak kuat jika Roby sudah menyatakan hal-hal tentang perasaannya.
Carla meletakkan kembali kue tersebut ke kulkas, "Besok kita makan sama-sama ya." Ujarnya pada Roby, lalu mereka melanjutkan percakapan-percakapan bodoh tanpa arah yang biasa mereka lakukan.
"Aku sayang kamu By,"
"Aku Nggakk"
"Kalo pun kamu nggak sayang beneran, aku tetep sayang sama kamu."
"Bodo amat"
"Aku sedih ngedapetin kamu dengan cara nyakitin orang lain, tapi..."
"Jangan dilanjutin La, kita udah terlalu sering ngebahasnya."
"Tapi By... Aku tau karma itu ada.. Dan.. aku takut kamu nggak berubah..."
"La maksud kamu?"
"Cuma satu peraturan By.. Jangan pernah ada yang ditutupin dari aku, aku tau kita ga selingkungan, aku tau kita nggak semengenal itu satu sama lain, apapun by, kalo kamu jujur sama aku, aku bakal berusaha ngerti. Cuma satu peraturan, cuma satu kesempatan."
28 Januari 2018
2 Januari 2018
Birthday bass
2 0 1 8
Happy New Year To You All
And in my colorful lyv, every new year come with another birthday bash!
It was a common nite, late nite call, but my eye suddenly felt so sleepy, and... I fall a sleep....
00.22
I woke up...
"Happy birthday." He said. And I was lyk "Oww Thankyou... Good nite.." and I hang up the phone. But I receive someother uncommon 'birthday quotes'. "Happy birthday, I'll tell you my wish tomorrow". And a long deep one. It's hard to say. But that nite, I feel happy n sad at the same time.
Langganan:
Postingan (Atom)