8 Desember 2017

8 January 2017

Kamu tau rasanya jatuh cinta pada orang yang tepat tapi nggak pada waktu yang tepat? Kamu tau rasanya jatuh cinta pada orang yang selama ini kamu cari tapi kamu sadar kalo kamu bukan orang yang pantes buat dia? Kamu tau rasanya jadi hal yang gak berarti bagi orang yang adalah segalanya bagi kamu?
Ini aku bagian masalalumu yang belum melewatkanmu...

27 November 2017

This busy street can't even take my attention.
My eyes stare, I'm not even blinking, But I'm never paying attention.
My though fly, to all the thing we've been through.
You, Her And I
I can't help my tears from falling down.
The crowd are around, but I still feel so lonely.
What do I do? Should I stay?
I want to leave, I want to stop living in this stupid dream and fantasy.
I want to be something just like we used to

25 November 2017

that first moment

I love you but it's not that easy...

Baru satu bait sudah membuat Carla terisak, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan, ia melepaskan gitarnya dan mulai memejamkan matanya. Ia tidak tidur, air matanya terus mengalir, ia berfikir keras tentang keputusan apa yang akan di ambilnya. Kepalanya pusing bukan main, sepertinya demamnya tidak akan berkurang besok pagi. Benar saja, beberapa menit kemudian ia muntah, namun tidak ada makanan yang keluar dari mulutnya, jelas saja, ia hanya mengkonsumsi sop daging siang tadi, dan berdasarkan ilmu kedokterannya, ia sudah jelas mengetahui bahwa makanan itu sudah di cerna secara sempurna sekarang. 
"Mungkin mereka lagi happy-happy sekarang, ketawa-ketawa, seneng-seneng, dan tentunya, Roby jelas nggak akan mikirin gue saat ini. Dia jeals nggak tau kondisi gue drop gini." Carla berbisik dalam hatinya, air matanya terus mengalir tanpa ia sadari, matanya terasa sangat panas. 

Carla mencari sebuah nama di kontak hpnya 'Abrar'
*Bayy
Carla mengirimkan satu pesan panggilan kepada Abrar yang akrab disapanya Abay saat nama panggilan dirumahnya adalah Aboy. Abrar adalah satu-satunya penenang Carla dalam keadaan apapun, setidaknya, Abrar akan selalu bisa ia cari dalam kondisi apapun. 

Abrar dan Carla sudah lama berteman, dari SMP, sebut saja mereka sebagai pasangan yang selalu gagal bersama. Waktu belum pernah berpihak pada mereka, dari pertama mereka saling mengenal, saat itu Carla memiliki kekasih, saat Carla putus, giliran Abrar yang memiliki pacar dan begitu seterusnya hingga sekarang, namun kini Abrar dan Carla sepertinya benar-benar nyaman berteman, setidaknya bagi Abrar. 

Memikirkan hal-hal tentang Abrar membuat Carla sedikit tenang, walau belum sepenuhnya. Bahkan sekarang pikirannya kembali terlempar ke Roby. Ia membuka kembali Chat roomnya dengan roby. Ada dua pesan terakhir yang dikirimkannya, "Kamu dirumah?" yang sudah di baca oleh roby dan "." yang tidak di baca hingga saat ini. Namun semuanya sudah terjawab beberapa menit yang lalu, saat ia melihat roby yang update ia sedang di luar, dengan teman-temannya, dan Siena...

"Aku pikir kamu cuma terpaksa ngejalaninnya, Rob." Desis Carla setelah melihat update-an tersebut. "Lalu sebenernya aku apa? Kiasan yang kadang kamu rinduin?" Carla mulai kembali meneteskan air matanya. "I know I'll never be something like her,By..." Kini jelas Carla merasa sangat tertekan, kepalanya semakin pusing bukan main, ia juga bisa merasakan asam lambungnya naik, ia merasakan mual yang tidak tertahankan. 

"MAAAA...." Teriak Carla sambil memegangi perutnya sebelah kiri atas... ia menggapai pintu lalu membuka kunci pintu kamarnya lalu kembali berteriak...

***
Carla tersadar di ruangan yang tidak di kenalinya, kepalanya masih pusing, namun ia bisa mengenali kamar tersebut bukan rumahnya, ia langsung menoleh ke lengannya, ternyata tebakannya benar, Rumah sakit, untuk pertamakalinya, selama ini Carla selalu membayangkan dirinya berada di Rumah Sakit, satu persatu teman dan orang yang peduli dengan dirinya akan datang menjenguknya. Namun kali ini sangat berbeda dengan ekspektasi Carla, ia tidak ingin ada yang mengetahui kondisinya, Carla segera menutup account sosial medianya.

Tidak ada siapa-siapa di ruangan tersebut, namun Carla bisa mendengar ada beberapa orang diruangan luar kamar, saat mendengar ada suara yang mendekat kepintu, Carla menghapus air matanya dan berpura-pura tidur.

"Make sure no one know this mom." Carla berbisik...

23 November 2017

Sweet Mistakes

What is mistakes mean? Is it something happens when it shouldn't? Is it a wrong decision you made? Or is it just a thing Can't be described by words?

Can you be mine? It's sound really right but it's actually wrong, it's sounds lyk a total chaos.

I can't stand it. I can't help my lips too curve the smile, but I also can't handle my tears from falling down.

I won't lie. I'm waiting for this moment to came true.
I won't lie, it's always been you and no body else.

Yes you're the sweet mistakes I ever made,
Yes I want to wake up next to you

But will I remove those sweet mistakes with other mistakes?

21 November 2017

"Ya dia dateng terus pergi lagi, gitu terus sampe gue capek, tapi nyatanya gue gak capek-capek, gue bahkan ga merasa bosan tersakitin, lagi-lagi ketika dia dateng ntah gimana mendadak luluh, nggak bisa marah dan nggak bisa nolak. Dengan bego dan tolol dan sadarnya gue bakal bales chat dia dengan penuh semangat, excited, nggak sedikitpun dalem diri gue mau ngebuang/ ngindar dari dia. Sampe kapan? Sampe hati gue capek mungkin. Sampe gue bener-bener maafin diri gue atas apa yang terjadi di antara kita berdua. Sampe gue tau perpisahan kita bukan karena gue, tapi karena emang dia bukan jodoh gue, sampe dia bener-bener nemu pujaan hatinya dan bener-bener ngelupain gue. Bagi gue, walau sakit, jauh lebih baik saat dia bener-bener pergi, ninggalin gue. Kalo bisa dia harus jahatin gue, sampe gue tau... Kalo ini semua bukan salah gue..."

15 November 2017

            Rasanya kayak mau muntah, capek sama drama di hidup gue, capek nutupin rasa sakit hati yang gue alamin, capek liat dia bahagia, capek pura-pura ikhlas dan berprinsip kalo jodoh nggak akan kemana. Tapi gue tetep aja gak bisa apa-apa, tetep aja gue nggak mungkin dateng dan ganggu hubungan orang. Gue tetep aja bakal berusaha jaga hati dia dan dia.
            Kenapa sih nggak berubah? Kenapa sih…Sama-sama gue ya… dan jangan pergi…

HAIR DO



13 November 2017

#TB My sister wedding (billingual)



Sekitar setahun lalu, tepatnya 5 November 2017 kakak pertamaku melaksanakan penikahan di sebuah hotel di Palembang. Dibalik satu hari yang melelahkan itu, ternyata menyisahkan suatu kisah di hidup aku. Bahkan aku nggak sadar bahwa impact dari pernikahan itu bisa sebesar ini. 

12 November 2017

1 November 2017

Sometimes, it's just miss. 
N I miss you.
So much, 
feels lyk i need you much
N I never want you to go
Even if I know you already did.

26 Oktober 2017

"Be with someone who will climb with you, 
not the one who wait for you on the top"

Well, for my self this quotes doesn't really sounds right, is it true? someone who wait you on top doesn't deserve you? 
What if, someone who wait for you on top is not only waiting for you, but also is the reason why you can get through all of this.
What if, someone who wait for you on top is actually someone who will pull you up through get in to her point.
And, what if she is me...? Will you still be with someone who will climb with you? While I'm sitting here, praying, and desperately waiting for you to be with me. 

21 Oktober 2017

"Hey, whatcha doing?"
"Missing you... I missing you lyk crazy..."
"I miss you too.... So much... Want you be here with me?"
"I don't.... I'm afraid...."
"Why, it's just you and me, loving each other like we always do."
"No... We don't... You don't..."
"Hey, seriously, just let me held you..."
"No. I won't.... I mean... I want to... so much... but I know we will never be the same, I'm missing the old you, who love me, And now... Everytime you call me, you hold me, I'm not feeling the same, I'm not feel safe lyk I used to do. I'm picturing her, crying, because she love you, as much as I do... It's enough, it's okay, let me hurt, but don't let her. Please, love her, be with her, be the man I always love, not this way. Please."

16 Oktober 2017

"Why?" She asked,
"So... I can't call you anymore?" He said. She can feel his sound, he's shaking, but she can't handle this anymore, she don't want to be the victim.
"I miss you... I really do... I still love you, like I used to do... I don't know about you... But I don't mind... You have someone else now... And I want you to appreciate her... I want you to love her, pick her up every morning, spend all of your spare time with her, like you always do... Even when she's not your girlfriend... I don't want to be someone who ruin your relationship.... Even if I want you so much...."

15 Oktober 2017

TIME OUT


"7 PM, I'm just gonna wait 'till 7 pm. If he doesn't call... 
I know what I'm gonna do"

***
19.00

She smile, "It's okay." She eject the USB from her laptop, wake up from her bed, take a box on the table and put it in the secret chamber below her bed. She open the box before it safely saved, she put the usb in it. Then get back to her bed. A tears running through her cheeks. She stare at her own laptop, her mind blow through something she planned before, something she knew has been canceled. Then she open one of the folder in her laptop desktop, "Lastchance". 

A video played, a video she want to give to him, but she won't... He passing the deadline, like he always did, "the time is out" She said. She remember all thing she has planned, She want to hang out with him, going somewhere, talk about family and every little details of their life, like they used to did. Watching movie they don't really like,  Then she prepare a polaroid cam, she want to take a photo, with him, the thing they don't always do, she wants to apologise, for everything happen to them, she just want a perfect day with him.  even if it has to be the last date she gonna have with him, she want to make it good. She fake a smile, "I know he will never change." she select the folder she opened before, delete button pressed, a pop up notification came up, 'are you sure you want to delete?' She move her mouse to the 'Yes' word, But suddenly her phone ringing... 
"HIM"a name shows up in her phone, she stare at it and started to thinking again...

15 September 2017

'I Miss You' She's screaming inside. She really wants to hug him and cry upon his shoulder, tell him to never let her go again. She wants to look him in the eye and tell him how miserable was her life without him, how she miss all the hug and kisses and all the sweet daily story they always tell everynight. She want him to know how much she love him. And she don't care, she don't care if he's not so in love the way she did. She don't care how careless he is to her self, she just love him much, a way too much. 

And the day she met him, he was standing there with another girl, a girl who way too different from her. A girl who throw a toss when other girl blow kisses, A girl who raise her eyebrow instead of smile or wink to boy she like, A girl who enough to make her feel so small, she wants to be like her. 


11 September 2017

You want to leave?
Are you sure?
If you hesitate, don't.
If you think you do, just do.

But if you really do,
If you really gonna leave don't ever come back
You may look back, and missed everything and want to have it once again.
But don't.

If you're leaving, I asked you one single thing.
Just to simply don't give a shit of everything you ever had.
I want you to simply believe that's all everything you ever had and you appreciate it
But you don't want it more.

22 Agustus 2017

O N E F I N E D A Y
There's always one day to find out who you really are, 
The reason why you become,
One day for your self to think 'bout what happend
experience it:
HERE

20 Agustus 2017

. . . . .H A T R E D. . . . .


“Lo tau apa yang bisa ngerubah seseorang Za? Saat dia bertemu dengan ketakutan terbesarnya”

Tara D'Pampered


16 Agustus 2017

LET'S TRAVELL

AREN'T YOU BORED ALWAYS BE HERE?
There's always a reason to travel

Orang-orang selalu terpaku dengan alasan mengapa mereka harus melakukan suatu perjalanan, terkadang mereka hanya tidak menyadari betapa suatu perjalanan akan mempengaruhi hari-hari mereka. Orang-orang sibuk membolak-balik kalender di atas mejanya hanya untuk mencari warna merah beruntut dimana mereka bisa merasa bebas dan menghela nafas. 

4 Agustus 2017

If someday your finger can't touch the ground If someday your arms can't feel my touch If someday your eyes can't see my face I'll carry you be there for you anytime of day

I still love you - the overtunes terputar di kamarnya. Ia terus menatap ke langit-langit kamarnya yang gelap, dari matanya sedikit demi sedikit terbentuk gumpalan air yang akhirnya terjatuh dan mengalir terus menerus. Ia berusaha mengatur nafasnya, mengingat semua kilasan tentang ia dan dirinya. sesekali tersenyum namun juga menangis sambil menahan air matanya yang tetap terus mengalir. 
"It's okay" ia berbisik kepada dirinya sendiri. Kini tekanan di kepalanya meningkat, ia merasakan sakit yang luar biasa. Ia mengingat kalimat terakhir yang ia ucapkan tadi "Take Care".

Jam di handphonenya menunjukkan pukul 3.16 pagi, ia kembali mengingat percakapannya tadi, sebuah telfon singkat, yang mungkin menjadi akhir dari semua hubungan yang ia jalani dengan Carra, mantan pacarnya. 


 02.30 
-Buzz
-Buzz

Wajah Carra yang masih menjadi chat wallpaper mereka muncul, namun ia memutuskan untuk tidak membacanya.

*Read*
-Belom tidur ?
*Hahaha Udah ni yang balas hantu

Carra Is Calling You

Ia menatap layar handphonenya selama beberapa detik, ia mengingat setiap detail yang ingin dikatakannya dengan Carra, Walaupun ia tau keadaan akan berubah tepat saat ia mengangkat telfon Carra nanti, ia tetap ingin mengatakan apa yang ada di kepalanya, walaupun taruhannya, Carra tidak akan menghubunginya lagi. Setelah memutuskan ia mengangkat telfon tersebut

"Hallohh." Ujarnya secara lembut dan sangat tertata, ia juga menyimpulkan sebuah senyum walaupun ia tau Carra tidak akan mengetahui ia tersenyum
"Hmmmmm" Carra bersuara tipis, suara yang selalu dikenalinya, Carra sudah mengantuk, "kok belom tidur?" Carra menambahkan.
"Karena belom ngantuk." ia kembali tersenyum mengucapkan kalimat tersebut, ia sudah tau Carra benar-benar mengantuk, dan ia mulai kembali merasa nyaman berbicara dengan Carra, dan hampir melupakan tujuannya.
"Tidurlah kamu tu..." Carra berusaha menasihatinya
"Kamu sekarang sama siapa?" Ia memotong perkataan Carra, "Tadi aku ketemu sih sama dia," ia kembali menghentikan kalimatnya, mengatur nafasnya lalu kembali berkata "sejak kapan keadaannya berubah?" 
Carra hanya menanggapi ucapannya dengan main-main, Seperti biasa. 
"Terus kenapa kamu ngehubungin aku lagi belakangan?" Ujar ia secara dingin, Carra mulai merasakan keseriusannya, ia mulai terdiam. "Ra, mungkin kamu nganggep aku temen, tapi jujur aku nggak bisa. Aku ga bisa nyakitin cewek lain karena pacarnya bertemen sm mantannya."